Cara Menghilangkan Kebiasaan Menunda-nunda Pekerjaan

Cara Menghilangkan Kebiasaan Menunda-nunda Pekerjaan

Airinter –┬áHampir semua karyawan memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dengan berbagai alasan. Ada yang bilang pekerjaannya rumit, waktu pengerjaannya terlalu singkat, dan tim tidak bisa bekerja sama.

Namun, apa pun alasannya, manajemen perusahaan tidak mau mendengarnya. Yang namanya tanggung jawab tentunya harus diisi sebanyak-banyaknya dan tepat waktu.

Dilema? Tidak perlu! Karena tips berikut akan membantu Anda menghilangkan kebiasaan menunda-nunda.

1. Rencanakan

Pertama, buat rencana untuk melakukan pekerjaan rumah. Misalnya, jika Anda memiliki lima tugas untuk diserahkan dalam tiga hari, Anda harus terlebih dahulu menulis daftar tugas. Setelah itu, tentukan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Untuk tugas-tugas yang melibatkan perhitungan, sebaiknya dilakukan di pagi hari saat konsentrasi masih baik. Sedangkan tugas penyortiran data bisa dilakukan pada sore hari.

Perencanaan yang baik memudahkan Anda untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda. Kemungkinan lupa bisa diminimalisir karena semuanya sudah terprogram secara detail.

2. Tetapkan tujuan

Jika tugas memiliki banyak bagian, tentukan berapa banyak bagian yang akan diselesaikan dalam sehari. Kemudian tentukan bagian mana yang dikerjakan hari ini, besok, dst.

Tujuan membantu Anda fokus pada pekerjaan. Oleh karena itu, pekerjaan di luar target bukanlah prioritas pada saat itu.

Jika atasan Anda tiba-tiba menyuruh Anda melakukan sesuatu, tanyakan padanya apakah itu mendesak atau tidak. Jika memang mendesak, segera selesaikan agar kamu bisa kembali fokus menyelesaikan bagian yang kamu tuju di awal.

3. Hindari gangguan

Biasanya, seseorang memilih untuk menunda pekerjaan karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Misalnya, rekan kerja terlalu sering berbicara dengan orang di sebelahnya atau dengan atasan yang sering masuk dan keluar ruangan.

Oleh karena itu, ciptakan lingkungan kerja yang kondusif atau hindari gangguan. Jika perlu, mintalah atasan Anda untuk tidak mengganggu Anda selama sehari agar Anda bisa fokus bekerja.

Ini tidak hanya meminimalkan kesalahan, tetapi bekerja dengan fokus membantu Anda mencapai lebih banyak tujuan dalam sehari. Jika tugas selesai, situasi kerja dapat kembali normal.

4. Mulailah dengan yang paling sederhana

Sudah menjadi sifat manusia dalam hal pekerjaan, yaitu memulai dengan pekerjaan yang paling mudah. Bagian tersulit biasanya ditinggalkan karena prosesnya memakan waktu lebih lama.

Apakah Anda juga termasuk tipe ini? Jika demikian, tidak ada salahnya menerapkan sistem kerja ini asalkan tugas selesai tepat waktu.

Meski tugasnya mudah, namun tidak boleh dianggap remeh. Terlalu sepele seringkali dapat mengurangi produktivitas dan meningkatkan kesalahan di tempat kerja.

5. Tentukan kecepatan kerja

Setiap orang memiliki kecepatannya masing-masing. Jika kecepatan kerja lambat, Anda perlu lebih berkonsentrasi untuk meminimalkan kesalahan. Karena waktu membutuhkan waktu lebih lama daripada orang yang serba cepat.

Di sisi lain, jika kecepatan kerja cepat, pastikan area mata lebar sehingga Anda dapat memperhatikan semua dokumen. Jadi Anda tidak perlu melihat ke belakang karena itu membuang-buang waktu.

Kurangi kebiasaan yang tidak perlu seperti membuat kopi atau pergi ke pantry untuk camilan. Hal ini dapat memperlambat kinerja.

6. Jauhkan gadget

Gadget adalah musuh bebuyutan di tempat kerja. Terlalu sering, penggunaan gadget tidak hanya mengurangi tujuan atau tingkat kerja, tetapi juga meningkatkan perasaan malas untuk mengejar sisa tugas.

Jika Anda memutuskan untuk fokus, Anda perlu menjauhkan perangkat dari meja Anda. Kecuali jika pekerjaan Anda saat ini berhubungan dengan klien atau atasan Anda menyuruh Anda untuk rajin memeriksa perangkat Anda karena akan ada panggilan masuk sepanjang hari.

Selain itu, Anda tidak boleh menggunakan gadget apa pun. Setelah Anda asyik dengan apa yang disajikan di perangkat Anda, kebiasaan menunda-nunda akan terulang kembali. Akibatnya, tidak ada tugas yang bisa diselesaikan.

Referensi:

Blitarkota

gaji multimedia